Cambridge English Educational Partners Dukung Kemampuan Bahasa Inggris Pelajar Usia Dini Malaysia pada Era AI

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 30 September 2026 - 02:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGAPURA, 30 September 2026 /PRNewswire/ — Perkembangan akal imitasi (AI) mendorong taman kanak-kanak dan sekolah bahasa di Malaysia untuk memperkuat kemampuan berkomunikasi pelajar usia dini dalam bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi kebutuhan masa depan.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Cambridge English Educational Partners mendukung upaya tersebut melalui pendekatan terpadu dalam proses belajar dan mengajar, serta asesmen bahasa Inggris. Selain itu, para mitra memanfaatkan buku dan materi belajar, program pelatihan dan kualifikasi guru, serta tes dan ujian Cambridge English yang telah diakui secara global. Dengan pendekatan ini, Cambridge English turut memperkuat standar pembelajaran sekaligus membantu pelajar usia dini mengembangkan dan membuktikan kemampuan bahasa Inggris.

Jacelyn Tan, Academic Principal, KLC Language Centre, salah satu Cambridge English Educational Partner di Malaysia, menjelaskan langkah lembaganya dalam mempersiapkan anak-anak sejak usia dini untuk menghadapi masa depan yang semakin dipengaruhi teknologi AI.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Berbeda dari pusat bahasa pada umumnya di Malaysia, KLC menghadirkan lingkungan belajar yang terarah dengan jumlah siswa yang terbatas dalam setiap kelas. Pendekatan ini memadukan pendampingan guru secara intensif dengan kurikulum yang terstruktur dan unik. Dengan demikian, anak-anak usia dini dapat membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi sehari-hari, serta memperoleh kualifikasi berstandar global melalui Cambridge English."

Tan Shi Yunn, Deputy Head, Kindergartens, Young’s Kingdom, menjelaskan pemanfaatan sumber daya Cambridge English oleh jaringan taman kanak-kanak tersebut untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris anak-anak usia 3–6 tahun.

"Kurikulum kami menggabungkan pembelajaran tematik dengan berbagai kegiatan praktik yang mendorong kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan rasa ingin tahu. Melalui eksplorasi yang dibimbing pengajar kami, anak-anak dapat menikmati proses belajar dan menumbuhkan kecintaan terhadap sekolah.

"Kami mendukung perkembangan anak secara holistis dengan menyeimbangkan aspek akademik, emosional, sosial, dan fisik.

"Integrasi sumber daya Cambridge English ke dalam kurikulum Young’s Kingdom telah meningkatkan kualitas belajar-mengajar bahasa Inggris. Materi yang terstruktur, asesmen, serta kesempatan pengembangan profesional bagi guru membantu siswa kami membangun kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan akademik dalam bahasa Inggris."

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi anak-anak untuk menghadapi masa depan. Cambridge English Educational Partners mendukung institusi seperti KLC Language Centre dan Young’s Kingdom melalui materi belajar, pengembangan kompetensi guru, serta kualifikasi yang diakui secara global untuk memperkuat kualitas belajar-mengajar bahasa Inggris.

KLC Language Centre, Malaysia


Kelas dengan Jumlah Siswa Terbatas: KLC menerapkan kelas dengan jumlah siswa terbatas agar guru dapat memberikan pendampingan secara lebih intensif melalui kurikulum yang terstruktur. Pendekatan ini membantu anak-anak mengikuti tahapan CEFR dan mencapai tahapan asesmen Cambridge dalam waktu hanya empat bulan.

Kepercayaan Diri dalam Komunikasi Sehari-hari: Pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan pendekatan pembelajaran yang terstruktur membantu anak-anak membangun kepercayaan diri untuk berkomunikasi dalam situasi sehari-hari, serta memperoleh kualifikasi yang diakui secara internasional.

"Sebagai Cambridge English Educational Partner pertama di Malaysia, kerja sama jangka panjang kami dengan Cambridge turut meningkatkan standar literasi di seluruh cabang KLC. Kami mengintegrasikan kerangka pembelajaran Cambridge English ke dalam pembelajaran digital maupun kegiatan di kelas untuk membantu puluhan ribu anak usia dini meraih kualifikasi yang diakui secara global. Asesmen Cambridge juga memberikan tolok ukur yang jelas dan terukur bagi orang tua untuk memahami kemampuan bahasa Inggris anak berdasarkan standar internasional."

Jacelyn Tan
Academic Principal

Young’s Kingdom, Malaysia


Young’s Kingdom merupakan jaringan lembaga pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak swasta di Johor Bahru, Malaysia, yang menyediakan pendidikan holistis bagi anak-anak berusia 3 hingga 6 tahun.

Belajar Sambil Bermain
Kegiatan tematik dan praktik langsung mengasah kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, rasa ingin tahu, serta minat anak untuk terus belajar.

Kemampuan Tiga Bahasa
Anak-anak mempelajari bahasa Inggris, bahasa Melayu, dan Mandarin. Bahasa Inggris menjadi bahasa utama dalam berkomunikasi.

Fondasi Akademik yang Kuat 
Program utama mencakup bahasa, Matematika, Sains, Jolly Phonics, serta Cambridge English bagi anak usia 6 tahun sebagai bekal memasuki sekolah dasar.

"Integrasi sumber daya Cambridge English telah memperkuat kualitas pengajaran bahasa Inggris kami. Materi yang terstruktur, asesmen, dan pengembangan kompetensi guru membantu siswa membangun kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan akademik. Pada saat yang sama, para guru mendapatkan dukungan untuk menerapkan praktik pengajaran yang sesuai dengan standar internasional."

Teacher Tan Shi Yunn
Deputy Head of Kindergarten

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

EarthCare Foundation Gelar Subforum sebagai Rangkaian dari ASEAN-China Environmental Cooperation Forum 2026, Dorong Masyarakat Tangguh Hadapi Perubahan Iklim
Memperingati World School Milk Day, Tetra Pak Soroti Peran Teknologi dalam Memperkuat Program Pemberian Makanan di Sekolah
China (Guangzhou) International Building Decoration Fair Siapkan Ekspansi Global Menuju 2027
Johnson Controls Bergabung dengan Sustainable Tropical Data Centre Testbed 2.0, Perkuat Infrastruktur AI Generasi Baru
GOVWARE 2026 HADIRKAN PEMIMPIN KEAMANAN SIBER GLOBAL DI TENGAH PERKEMBANGAN AGENTIC AI
Midea Perkenalkan “Power-Cooling Hyperconvergence Architecture” Pertama di Industri di Ajang Data Center World Asia 2026
ADVAN dan bolttech bermitra meluncurkan ADP Protection untuk pelanggan AIR NEO
Furniture China dan Maison Shanghai 2026 Sukses Besar di Pudong, Shanghai

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 02:55 WIB

Cambridge English Educational Partners Dukung Kemampuan Bahasa Inggris Pelajar Usia Dini Malaysia pada Era AI

Rabu, 30 September 2026 - 02:42 WIB

EarthCare Foundation Gelar Subforum sebagai Rangkaian dari ASEAN-China Environmental Cooperation Forum 2026, Dorong Masyarakat Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

Rabu, 30 September 2026 - 00:00 WIB

Memperingati World School Milk Day, Tetra Pak Soroti Peran Teknologi dalam Memperkuat Program Pemberian Makanan di Sekolah

Selasa, 29 September 2026 - 15:03 WIB

China (Guangzhou) International Building Decoration Fair Siapkan Ekspansi Global Menuju 2027

Selasa, 29 September 2026 - 06:27 WIB

Johnson Controls Bergabung dengan Sustainable Tropical Data Centre Testbed 2.0, Perkuat Infrastruktur AI Generasi Baru

Berita Terbaru