SUMATERAEKSPRES.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di kota-kota besar di Indonesia berpotensi cerah berawan hingga hujan ringan pada Kamis siang.
Dalam laman resmi BMKG, cuaca berawan diprakirakan terjadi di sejumlah daerah, yakni:
Banda Aceh, Denpasar, Serang, Bengkulu, Yogyakarta, Jakarta Pusat, Bandung, Surabaya, Tarakan, Kendari, dan Kota Bandar Lampung.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Badai dan Banjir Menguji Ketangguhan Warga: Indonesia Hadapi Musim Ekstrem
Gunung Marapi Erupsi Lagi, PVMBG Keluarkan Peringatan Waspada dan Bahaya Lahar Dingin
Komunikasi Strategis Publikasi Press Release, Kunci UMKM Memenangkan Perhatian Media dan Pasar

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara hujan ringan diprediksi bakal terjadi di Gorontalo, Jambi, Pontianak, Palangkaraya.
Samarinda, Pangkalpinang, Ternate, Mamuju, Manado, Padang, dan Medan.
Baca artikel lainnya di sini : Semarang Cuaca Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Sejumlah Kota di Indonesia untuk 20 Desember 2023
Baca Juga:
Gempa Bengkulu Magnitudo 6.3 Rusak 197 Rumah, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Cuaca Ekstrem Landa Indonesia, BNPB Imbau Daerah Perkuat Kesiapsiagaan dan Pemantauan Lapangan
Babak Baru Kasus Kredit Bermasalah Sritex Rugikan Negara Rp692 Miliar, 3 Tersangka, Puluhan Saksi
Adapun Semarang, Ambon, Mataram, Jayapura, Manokwari, dan Makassar cuaca diprediksi berawan.
Kota-kota lainnya seperti Banjarmasin, Tanjung Pinang, Kupang, Pekanbaru, dan Palembang diprediksi hujan lebat disertai petir hingga hujan sedang.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Lihat juga konten video, di sini: Sebanyak 11 Orang Pendaki Gunung Marapi Meninggal Dunia dan 28 Pendaki Selamat, Dampak Erupsi
“Waspadai untuk wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa dan Sumatera bagian selatan itu”.
“Setelah Natal hingga sampai setelah tahun baru, awal bulan. Itu potensi hujan lebat bisa sampai ekstrem dapat disertai angin kencang,” ujar Dwikorita.
Ia mengatakan cuaca ekstrem tersebut merupakan dinamika atmosfer akibat posisi Indonesia yang diapit dua benua dan dua samudera.
Ia menambahkan potensi cuaca ekstrem juga perlu diperhatikan sebelum perayaan Natal.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Terutama di wilayah utara Indonesia, yang berbatasan dengan daerah khatulistiwa.
“Namun, sebelum Natal, perlu kewaspadaan di wilayah Indonesia bagian utara, terutama di Utara khatulistiwa, Sumatera Utara, Aceh, dan Kalimantan,” kata dia.
Selain cuaca ekstrem, Dwikorita juga menyebut bahwa selama musim Natal dan Tahun Baru ini terdapat potensi gelombang tinggi di Samudera Hindia, Pasifik, dan Selat Sunda.***















